Wednesday, October 4, 2017

PROVINSI BANTEN : RUMAH ADAT, PAKAIAN TRADISIONAL, MAKANAN TRADISIONAL, TARIAN TRADISIONAL,OBYEK WISATA , LAGU DAERAH ,LETAK GEOGRAFIS



PROVINSI BANTEN :  RUMAH ADAT, PAKAIAN TRADISIONAL, MAKANAN TRADISIONAL,  TARIAN TRADISIONAL,OBYEK WISATA ,  LAGU DAERAH ,LETAK GEOGRAFIS


11. Provinsi Banten


Ibukota nya adalah Serang
Berdiri : 17 Oktober 2000 Dasar Hukum : UU.No.23/2000
Letak : Pulau Jawa ( 5ºLS-8ºLS dan 105º-107ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan : A (Banten), B (Tangerang) Luas Wilayah : 8.800,83 km².
Bandar Udara : Soekarno Hatta (Soetta)
Pelabuhan Laut : Merak Pahlawan : Sultan Ageng Tirtayasa, Pangeran Purbaya,dll.
Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,Universitas Islam Negeri (UIN) 

Makanan Khas Daerah : Bubur Ayam Banten, Angeun Lada, nasi sumsum, balok menes, gemblong, emping,dll. 


Sate Bandeng
Sate bandeng merupakan makanan khas Banten dan banyak ditemui di daerah Serang. Makanan olahan dari ikan bandeng ini diperkenalkan oleh juru masak kerajaan Banten pada abad ke 16 untuk menjamu para tamu kerajaan. Karena ikan bandeng memiliki banyak duri sehingga menyulitkan saat dikonsumsi, juru masak menyajikan ikan bandeng dengan cara yang berbeda agar dapat dikonsumsi tanpa harus kesulitan saat di makan, sehingga terciptalah sate bandeng dan masih populer hingga sekarang.

Obyek Wisata :
Taman Nasional Ujung Kulon, Panter Anyer, Gunung Krakatau, Pulau Shangyang, Pulau Sabesi, Tanjung Lesung, Situs Arkeologi Banten lama, Pantai Carita, pantai Karang Bolong, pantai Sawarna, pantai Karang Taraje, Rawa Dano dll. 

Taman Nasional Ujung Kulon


Taman Nasional Ujung Kulon sesuai dengan namanya, berada di ujung barat Pulau Jawa. Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon tidak hanya mencakup kawasan daratan yang ada di Pulau Jawa saja, melainkan juga termasuk beberapa pulau di sekitar ujung barat Pulau Jawa. Kegiatan utama yang dapat dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon adalah trekking, berkemah, dan melihat alam liar. Fungsi utama Taman Nasional Ujung Kulon selain sebagai tempat wisata adalah sebagai tempat perlindungan badak. Taman Nasional Ujung Kulon mengajarkan kita suatu hal penting yaitu pentingnya menjaga kelestarian alam di sekitar kita.

Kampung Baduy


Kampung Baduy adalah kampungnya suku Baduy. Suku Baduy adalah suku yang masih kental adat sundanya, dan merupakan salah satu suku asli yang ada di Banten. Kampung Baduy yang berada di Kabupaten Lebak, Banten ini memiliki penduduk sekitar 8,000 jiwa dan terbagi menjadi 2, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy Dalam adalah Suku Baduy yang menolak dunia luar, sedangkan Suku Baduy Luar adalah suku Baduy yang lebih terbuka pada dunia luar.


Peninggalan Sejarah :
1. Prasasti Lebak (Banten Selatan).
2. Benteng Inong Bale (Benten).
3. Benteng Surasoan (Banten).
Industri dan Pertambangan : Minyak, Baja, Pipa Asbes, Semen, Sentra Aneka Industri (Tangerang). 

Tarian Tradisional dan Kesenian  : Tari Topeng , Rampak Beduk 

Rampak Beduk
Merupakan sajian instrumen berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran. Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut.

Rumah Adat : Rumah Badui
Senjata Tradisional : Kujang dan Golok
Suku : Baduy, Sunda, dan Banten
Bahasa Daerah : Sunda, Banyumasan, Jawa
Pakaian Adat : Pakaian Pengantin
Identitas Daerah :
Flora : Kokoleceran (Vatica Bantamensis),
Fauna : Badak Jawa (Rhinocerus Sondaicus)
Alat Musik Tradisional : GENDANG (sumber bunyi : Membranofon , DITEPUK DENGAN MENGGUNAKAN TELAPAK TANGAN),Terbang gede, angklung buhun.
Julukan : Kota Santri
Lagu Daerah : Dayung Sampan 

Lirik Lagu Daerah Banten – DAYUNG SAMPAN

Dayung Sampan
Dayung sampan mencari ikan
ikan dicari hai nelayan di tengah muara
Kalau tuan mencari makan cari makan jual suara menjual suara
Lay lay la la la la lay menjual suara
lay lay laylay lay lay lay lay lay lay lay lay
Dayung dayung dayung dayung dayung sampan

Dayung sampan sampan didayung sampan didayung hai nelayang ke tengah lautan

Kalau tuan mencari jodoh jangan mencari hai nalayan hai nelayan
Lay layLay lay la la la la lay hai nelayan lay lay laylay lay lay lay lay lay lay lay lay
Dayung dayung dayung dayung dayung sampan



Saturday, September 30, 2017

PROVINSI BANGKA BELITUNG : RUMAH ADAT, PAKAIAN TRADISIONAL, MAKANAN TRADISIONAL, TARIAN TRADISIONAL,OBYEK WISATA , LAGU DAERAH ,LETAK GEOGRAFIS



PROVINSI BANGKA BELITUNG :   RUMAH ADAT, PAKAIAN TRADISIONAL, MAKANAN TRADISIONAL,  TARIAN TRADISIONAL,OBYEK WISATA ,  LAGU DAERAH ,LETAK GEOGRAFIS


9. Provinsi Bangka Belitung (BABEL)


Ibukota nya adalah Pangkal Pinang
Berdiri : 9 Februari 2001 Dasar Hukum : UU No.27/2000
Letak : Sebelah Timur Pulau Sumatera ( 1ºLS-4ºLS dan 105º-109ºBT )
Tanda Plat Nomor Kendaraan : BN
Luas Wilayah : 81.724,74 km².
Bandar Udara : Depati Amir( Bangka) dan HAS Hanandjoedin
Pelabuhan Laut : Pelabuhan Muntok dan Toboali Bangka, Pangkal Balam( Pelabuhan Utama )
Pahlawan : Adam  A Cholik, Suwandi Bungkil, A. Somad, Jamak Asikin, A. Madjid Gambang, Apip Adi, Ali Samit, Salim Adok, Sarimin Senen, Kamsem, Karto saleh, Sulaiman Saimin ( Pahlawan Daerah yang gugur dalam pertempuran )
Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta : Universitas Bangka Belitung,


Makanan Khas Daerah : Martabak Bangka, Kwetiau Bangka, Lempah Kuning, Getas, Rusip, Calok, dll 

Mie atau Mi Bangka

Mie atau Mi Bangka adalah salah satu dari sekian banyak ciri khas masyarakat pulau bangka, terbuat dari mie basah (kuning) biasa yang disiram dengan kuah berbumbu yang biasanya terbuah dari ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.

Obyek Wisata :
Pantai Teluk Uber, Pantai Romondong, Pantai Penyusuk, Pantai Air Anyer, Pemandian air panas Pemali, Gunung Maras, Hutan Wisata Sungailiat, Pantai Matras, Pantai Tanjung Pesona, Pantai Parai Tenggiri, Pantai Batu Bedaun, Pantai Rebo, Pantai Tikus, Pantai Layang,dll. 

Pulau Lengkuas


Pulau ini tidak terlalu luas, hanya sekitar 1 hektare. Akan tetapi, permadani pasir putih yang berbatasan langsung dengan hamparan laut biru jernih cukup untuk memanjakan Anda. Kecantikannya akan membuat Anda betah menyelam berlama-lama.
Pulau Lengkuas dan Mercusuar Ikonik Provinsi Bangka Belitung
Pulau Lengkuas dan Mercusuar Ikonik Provinsi Bangka Belitung, sumber – superadventure.co.id

Primadona di Belitung ini juga memiliki sebuah mercusuar peninggalan Belanda yang sangat ikonik. Meski dibangun pada 1882, bangunannya masih kokoh dan terawat. Anda bisa menaiki bangunan setinggi 50 meter ini untuk menikmati kesempurnaan Pulau Lengkuas dari ketinggian.

Peninggalan Sejarah :
Rumah Pengasingan Bung Karno, Mercusuar Tanjung Kalian, Museum Timah, Bendungan Pice, Jam Gede, Masjid Al-Iklas, Wisma Samudra
Rumah Adat : Rumah Rakit, Rumah Limas
Senjata Tradisional : Siwarpanjang, Parang Bangka, Kedik
Tarian Tradisional : Tari sekapur sirih, Tari Beripat, tari Campak, Tari Men Sahang Lah Mirah , Tari Sepen, tari pendulang timah, 


Tari Sekapur Sirih
Tari sekapur sirih biasa ditarikan 10 sampai 12 penari. Diantara para penari ini biasanya terdapat dua penari laki-laki yang berposisi di belakang. penari membawa sebuah wadah yang berisi sirih sebagai tanda kehormatan kepada para tamu penting yang datang di satu acara perhelatan besar yang sedang digelar masyarakat Belitung.

Hasil Tambang : Timah , dll

Suku : Suku Melayu (suku bangsa asli), Jawa, Sunda , Bugis, Banten, Banjar, Madura, Palembang, Minang, Aceh, Flores,Maluku, Manado dan Tionghoa (30%)
Bahasa Daerah : Melayu Bangka
Pakaian Adat :  Aisan Gede
Identitas Daerah :
Flora : Nagasari (Palaquium Rostratum),
Fauna : Rusa, Babi, Kancil, Elang, ayam
Alat Musik Tradisional : GENDANG MELAYU (sumber bunyi : Membranofon ,DITEPUK DENGAN MENGGUNAKAN TELAPAK TANGAN ), Gambus, Suling
Julukan : Serumpun Sebalai Negeri Berpantun

Lirik Lagu Daerah Bangka Belitung – MEN SAHANG LAH MIRAH

Meh Sahang Lah Mirah

Men sahang-sahang lah mulai mirah
Musim metik ge mulai lah
Banyak keluar bujang kek miak
Memetik sambil berdendang

Tangan memetik mate bepandang
Ati bedebar dak kruan
Tingok-betingok janji-bejanji
Kelak pulang bedue
Sure lah dateng ari nek malem

Sedenget agik nek pulang
Bulan tersenyum, bujang ge girang, miak seneng ati e

La la la la la la la la la laaa….
La la la la la la la la la laaa….
La la la la la la la la la laaa….

Bujang kek miak betinten-tinten
Pulang ke rumah bedue
Malem ni cuma beseneng-seneng
Isok la begawe ulik
Sure lah dateng ari nek malem
Sedenget agik nek pulang
Bulan tersenyum, bujang ge girang, miak seneng ati e

Sure lah dateng ari nek malem
Sedenget agik nek pulang
Bulan tersenyum, bujang ge girang, miak seneng ati e

Sure lah dateng ari nek malem
Sedenget agik nek pulang
Bulan tersenyum, bujang ge girang, miak seneng ati e

Sure lah dateng ari nek malem
Sedenget agik nek pulang
Bulan tersenyum, bujang ge girang, miak seneng ati e